Minggu, 22 November 2020

BERGERAK, KITA AKAN SAMPAI PADA TUJUAN

Pengertian gerak dalam ilmu Fisika adalah perubahan posisi/kedudukan terhadap titik acuan tertentu. Jika diartikan dalam kehidupan sosial kita, maka perubahan posisi/kedudukan dapat disamaartikan dengan perubahan pola pikir, tingkah laku bahkan dalam pengambilan keputusan.

Apabila seseorang yang ingin dikatan bergerak, maka harus ada perubahan dalam hidupnya. Baik dalam cara berpikir, cara berbicara, tingkah laku maupun cara pengambilan keputusan sekalipun. Apalagi sebagai seorang guru? Setiap saat harus bergerak.

Itulah salah satu konsep yang dapat diambil dalam perkuliahan ke-19, pada kelas Belajar Menulis Online Berama Om Jay. Dipandu moderator hebat (Ibu Aam Nurhasanah), jalannya penyampaian materi yang dibawakan oleh ibu Eva Hariyati Israel, S.Kom, sampai pada sesi diskusi berjalan lancar dan menyenangkan.



Tujuan peserta pelatihan ini adalah menerbitkan sebuah buku. Untuk itu, beliau membagikan tips dan trik bahkan pengalamannya dalam proses penerbitan buku, lebih khusus pada tahap editing, agar kita dapat bergerak dari posisi kita sekarang.



Gambar di atas merupakan hasil Gerak bu Eva, yang membuat beliau semakin bersemangat dalam berkarya serta berbagi ilmu dengan dengan orang lain. Bu Eva ingin agar kita juga bergerak seperti yang telah dilakukannya.

Proses editing dimulai Setelah konsep buku yang kita kirim dinyatakan diterima oleh pihak penerbit. Proses editing ini berlangsung dengan beberapa tahapan sebagai berikut:

  1. Editing Sampul
  2. Editing naskah oleh penerbit, tata kelola urutan dan tulisan disesuaikan dengan konsep dan gaya bahasa kita.
  3. Setelah editing penerbit, naskah proof dikirim kembali ke penulis beserta surat perjanjian penerimaan naskah dan royalty bagi penulis. Sebagai penulis kita diberi kesempatan melihat kembali susunan dan tata bahasa buku kita sebelum dinaikkan ke proses cetak
  4. Setelah editing oleh penulis, naskah kembali dikirim ke penerbit untuk selanjutnya ke proses cetak.

Menurut Bu Eva, Hal menarik lainnya yang didapatkan dari proses menulis ini dan bisa lolos kurasi dan di terbitkan oleh penerbit Mayor adalah bertambah wawasan dan keilmuan tentang publikasi dan teknik menentukan tema penulisan yang sesuai tren zaman.

Agar Buku bisa lolos ke penerbit mayor jika memenuhi beberapa kriteria diantaranya:

  •      Tema buku jika di cari pada google trends menunjukkan grafik yang bagus.
  •          Profil penulis ,semakin terkenal dan kredibel akan sangat baik
  •         Target pasar yang menguntungkan
  •         Ragam tulisan kita sesuai dengan visi misi penerbit

Keuntungan yang kita dapat ketika kita berhasil menulis dan buku yang kita tulis barhasil diterbitkan adalah:

1)      Kepuasan batin.

2)      Integritas ,kredibilitas dan percaya diri semakin baik

3)      Motivasi bertambah

4)      Terbuka peluang-peluang baru untuk menjadi narasumber, motifator menulis dan hal hal positif lainnya

5)      Royalty

Dengan menulis, kita membagikan ilmu yang bermanfaat dan menghasilkan sebuah karya yang akan tidak akan hilang. Yang penting harus konsisten, dan jangan tunda jika semangat untuk menulis/ide muncul seketika.

Hal yang Patut kita syukuri saat ini adalah kita berada dalam komunitas menulis yang memiliki visi dan misi yang sama yaitu mengembangkan diri untuk bisa menulis lebih baik. Namun, dukungan terbaik itu harus datang dari diri sendiri, jika tekat dan niat sudah ada, bergeraklah (mulailah), ini yang paling menggerakkan kita.

Fokus dan yakin, lakukan dengan nyaman dan sepenuh hati jangan lupa doa Kita pasti bisa, ketika kita sudah memulai sesuatu yang baik maka kebaikan-kebaikan lainnya juga akan datang termasuk motifasi dan semangat juga dengan sendirinya hadir.

Jangan izinkan penghalang itu ada buat kita mengembangkan diri. Karna setiap diri memiliki keistimewaan dan potensinya sendiri. Kalau kita  terpengaruh dengan penilaian orang lain kita tidak ada berkembang dengan baik. Ambil yang positif abaikan yang negatif.

Satu kebaikan yang kita bagikan melalui tulisan yakin bahwa akan tumbuh kebaikan kebaikan yang lain. Jangan berhenti hanya karna kritikan, kritikan yang datang jadikanlah sebagai refleksi diri untuk perbaikan. Bahkan, banyak support yang  didapatkan dari lingkungan kita masing-masing.

 

Akhirnya, "Belajar, Berbagi dan berkarya...Mulailah menulis, 

bergerak kita akan sampai pada tujuan"

 

            Salam!

Jumat, 20 November 2020

BUKAN SEKEDAR JALAN-JALAN

 

Seringkali seseorang melakukan perjalan jauh untuk berbagai tujuan seperti Tamasya, Kegiatan Dinas, Urusan Keluarga, dan lain sebagainya. Tetapi sangat berbeda dengan Bapak Taufik Hidayat, S.E, S.Si, M.Si. Dosen dan Penulis Buku ini tidak hanya sekedar jalan-jalan atau bertamasya keliling 70 Negara di  5 Benua. Selain menjalankan tugas, beliau membawa dan membagikan hadiah bagi semua orang dari hasil perjalanannya.



Perjalanan beliau mendatangkan Inspirasi dan Motivasi bagi setiap orang  yang ingin berbagi kenikmatan melalui artikel bahkan buku sekalipun. Anggota Group Belajar Menulis Gelombang ke-16, harus bersyukur karena mendapat kesempatan bertemu dengan TAUFIK UIEKS pada malam hari ini walau tidak secara langsung. Dengan dibantu oleh moderator profesional seperti Bu Aam Nurhasanah, S.Pd, maka malam ini terasa semakin sejuk.

Ketika membuka salah satu aplikasi media sosial kita, yang ditemukan adalah foto-foto dengan sedikit tulisan. Sebagain besar menyampaikan keterangan waktu, tempat dan kejadian dalam gambar. Misalnya foto keluarga, teman, pemandangan, hewan bahkan aneka makananpun tidak jarang ditemukan pada postingan medsos.

Menurut bapak TAUFIK UIEKS (nama pena Bapak Taufik Hidayat, S.E, S.Si, M.Si), setiap foto atau gambar yang kita lihat, dapat dijadikan sebuah tulisan. Jika sudah banyak, maka dapat dijadikan buku. Dapat dibayangkan, kuburan (makan) saja dapat dijadikan artikel. Itulah pengalaman yang menghantarkan beliau menjadi sukses dalam dunia tulis menulis. 

Adapun hasil karya Taufik UIEKS yang sudah populer sebagai berikut:

1.                  Mengenbara ke masjid -masjid di pelosok dunia

2.                  1001 Masjid di 5 benua  Mizan 2016

3.                  Jejak langkah menuju Baitullah jilid 1-3. Thn 2020

4.                  Tanasya ke Masa Depan Jikid 1-2

Hal yang harus dilakukan ketika melakukan traveling agar dapat dijadikan artikel adalah:

1.      Mengamati

2.      Membuat foto

3.      Diskusi wawancara

4.      Mencari informasi tambahan

5.      Mencari keunikan

6.      Merangkum dalam tulisan

7.      Bagaikan tulisan kita agar dapat dibaca oleh orang lain

Banyak tips dan trik yang sudah dibagikan agar perjalanan yang kita lakukan bermanfaat, baik untuk diri kita sendiri maupun untuk orang lain. Karena itu, ada ungkapan yang mengatakan “BANYAK BERJALAN, BANYAK YANG DILIHAT, BANYAK MENDENGAR, BANYAK YANG DIKETAHUI”

 

SALAM,

Sabtu, 14 November 2020

KISAH SANG WARTAWAN "BANGKOTAN"

 

Dilahirkan 10 Agustus 1960 di Makasar dan diberi nama Nur Aliem Halvaima oleh pasangan Haji Muhammad Bakri Puang Boko - Hajjah Sitti Maryam Puang Mene. Anak ke-3 dari 7 bersaudara ini menjalani profesi wartawan daerah di Makassar sejak masih kuliah, berlanjut jadi koresponden Harian Terbit (Pos Kota Grup) di Sulawesi Selatan. Tahun 1984 hijerah ke Jakarta bergabung jadi reporter kemudian redaktur. Tahun 2014 saat koran tempatnya bekerja "dijual", beliau pensiun dini tapi tetap menulis dan jadi redaktur media online www.possore.com sampai saat ini.

  Tahun 2015 beliau menyelesaikan pendidikan di Universitas Islam Jakarta, program S2 ilmu hukum dengan tesis "Pola Pemberian Upah Untuk Kesejahteraan Wartawan Media Cetak di Provinsi DKI Jakarta". Sedang S1 di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Fakultas Syari'ah dan Hukum. Sementara Sarjana Muda di IAIN Alauddin Makassar.

Pada pertemuan kali ini, dalam kelas belajar menulis bersama Om Jay, kami dipernalkan dengan Beliau yang dikenal dengan nama pena dan media sosial adalah Nur Terbit. Sedangkan nama lengkapnya adalah Nur Aliem Halvaima, SH, MH.  

Pengalaman jurnalis Nur sebagai pemegang kartu Wartawan Utama dari Dewan Pers - PWI Pusat ini, antara lain :

1.      Wartawan/Editor Surat Kabar Harian Terbit (Pos Kota Grup) 1980-2014.

2.      Pemred Vonis Tipikor versi  majalah dan online 2014-2017.

3.      Pemred Corong versi majalah dan online 2019-2020.

4.      Pemred Telescope versi majalah dan online 2020.

5.      Redaktur Eksekutif Possore.com 2015 s/d Sekarang.

6.      Redaktur/Admin tamu sejumlah media online, majalah, tabloid 2014 s/d sekarang.

Prestasi menulis antara lain :

  •  Dua kali berturut-turut Juara Lomba Menulis Artikel Bertema Pramuka antar wartawan dan Umum Tingkat Nasional 2011 dan 2013, yang digelar Kwarnas Pramuka.
  •  Juara Lomba Menulis Pengalaman Mudik Asyik Republika Online.
  • Juara di beberapa lomba menulis blog antara lain:

a)      Online Shop Kudo,

b)      Lomba Menulis Puisi Spontan Pedas,

c)      Lomba Blog Teacher Writing Camp IGI Bekasi, Smartphone Oppo, Dompet Duafa, Asuransi Raksa Online, Online Shop Shofie Martin, Restauran Bebek Kaleyo, BAPETEN (Badan Pengawas Tenaga Nuklir), Tokoh Populer, Suara Konsumen.

Di tengah kesibukannya itu, Nur sebagai blogger masih sempat menulis di blog pribadi www.nurterbit.com, Kompasiana, Kumparan, Viva, Blog detik (alm), PepNews, Tokoh Populer, Suara Konsumen, Risalah Misteri, Terbitkan Buku Gratis, bahkan aktif membuat konten video di channelnya YouTube.com/nurterbit. Tahun 2019 Nur meraih Juara Utama Lomba Video YouTube Asuransi Mobil Raksa Online.

Berbekal pendidikan formal dan pengalamannya meliput berita hukum selama jadi wartawan, Nur juga sesekali bersidang mendampingi kliennya di pengadilan sebagai lawyer (pengacara). Buku "Wartawan Bangkotan" adalah karya kedua Nur mengenai dunia pers. Sebelumnya kumpulan tulisannya "Lika-Liku Kisah Wartawan" diterbitkan PWI Pusat memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2020.




Perbedaan Penulisan Artikel, Opini, Buku atau Karya Ilmiah

Penulisan sebuah karya literasi memiliki gaya selingkung yang berbeda-beda. Jika wartawan biasanya akan menuliskan laporan pandangan mata suatu kejadian dilengkapi dengan data dari narasumber kejadian atau TKP.

Berbeda lagi dengan penulisan opini atau artikel di koran. "Ada perbedaan pola penulisan berita di koran/media dengan menulis bebas untuk artikel di media", begitu paparan chat beliau.

Beliau menjelaskan bahwa di media, ada format atau standar baku, yakni berita tidak boleh (dilarang) memasukkan opini penulisnya atau wartawannya. Tapi si wartawan ingin menyampaikan pendapat, gagasan, pemikiran, boleh saja, dimana diberikan tempat khusus yakni opini, artikel, yang by name. Akan berbeda lagi jika penulisan karya tulis ilmiah untuk Tugas Akhir, Skripsi, Tesis atau pun disertasi. 

Jika seseorang menulis opini di sebuah koran atau surat kabar, biasanya akan mendapatkan fee, dimana besar kecilnya tergantung dari  pengelola media cetak tersebut. Akan lebih tinggi honor bagi para pakar yang memberikan tulisannya atau opininya pada media cetak.

Memang menulis opini menurut beliau tidak mudah, mungkin kita biasa berbicara untuk menilai sesuatu. Tetapi jika sudah harus dituangkan ke dalam bentuk tulisan, langsung  buntu. Mungkin kita bisa ngomong berbagai opini yang terbersit di benak kita, tetapi saat akan dituliskan, kita merasa "KO".

Membaca Adalah Pembuka Wawasan Untuk Menulis

Manfaat yang akan didapat jika membaca, adalah :

1.      Memperkaya perbendaharaan kata

  1. Belajar Ejaan Yang Disempurnakan
  2. Menambah wawasan, terutama bagaimana format menulis: belajar menyusun paragraf, huruf sambung dan lain-lain

Banyak yang bisa kita pelajari dari membaca karya orang lain, walau pun nantinya tulisan kita akan meniru tulisan tersebut, tetapi pada akhmirnya kita akan memiliki gaya sendiri dalam menulis.

Asala satu hal yang harus dihindari dan kalau perlu ditinggalkan yakni meniru 100% alias menulis jiplak asal sumbernya dan tidak mencantumkan sumbernya. Hal ini sudah termasuk plagiat dan tidak diperbolehkan dalam dunia literasi.

 Tips Dalam Menulis Adalah :

  1. Menulis dengan Rumus 3D :Dialami, Disukai, Dikuasai
  2. Tumbuhkan jiwa PDLS = Peka Dengan Lingkungan Sekitar (KEPO)
  3. Konsisten untuk TBTO = Terus Belajar atau Baca (dari) Tulisan Orang
  4. Jangan malas untuk TLMM = Terus Latihan Menulis di Media (Medsos)
  5. Mencobalah memberikan tantangan TILM = Terus Ikut Lomba Menulis, sebagai uji coba sejauh mana kualitas tulisan kita

Memang saat kita menuliskan hal yang kita alami sendiri, pasti  kata-kata akan mengalir bagaikan air terjun bebas ke bawah, bahkan kadang kecepatan kalimat yang terbersit di benak kita terlalu cepat, sehingga kecepatan mengetik kita pun kalah cepat. 

Demikian halnya jika menuliskan hal yang disukai atau yang dikuasai. Makanya terkadang kita perlu membuat point-point penting yang akan kita tuliskan sehingga kita tinggal mengembangkan dengan kalimat penjelasnya.

Selain rajin membaca, nonton TV/film, dengar radio untuk memperkaya wawasan sebagai tabungan ide kalau mau menulis, terutama genre fiksi.

Era Koran dan Media cetak telah beralih digital

 Seperti yang kita lihat sekarang, sudah sangat jarang orang untuk membeli koran atau majalah, semua berita bisa didapat dari sebuah gawai. Walau pun masih ada yang membeli koran, tetapi mungkin hanya sedikit sekali. Tidak seperti pada era 80-an atau 90-an. Saat sebelum pandemik pun rasanya koran masih lebih baik dibandingkan saat ini.

Pada zaman sekarang ini, berita begitu cepat tersebar, dalam hitungan detik, satu informasi bisa tersebar ke seluruh pelosok wilayah di belahan bumi mana pun. Berita hoax atau benar, hampir tidak memiliki perbedaan, disinilah realitanya dimana ada netizen dan lovers. Hidup seseorang bisa hancur karena keripik pedas netizen.

Bahkan jika akan membuat viral sesuatu hanya melalui sebuah gawai, melalui facebook, WA, Instagram, youtube, tik tok atau aplikasi-aplikasi lain sehingga bisa menjadi sumber berita di media masa baik digital atau pun cetak.

Sayangnya, Percepatan informasi ini memang tidak diikuti oleh peningkatan minat baca terhadap buku atau karya ilmiah lain. Pembaca akan lebih tertarik mengikuti berita artis atau entertaint yang lain, dibandingkan meng-update buku terbitan terbaru.

Sebuah perjalanan panjang dan berliku-liku telah dilalui Narasumber kita kali ini. Tetapi pada akhirnya mencapai prestasi yang juga sangat membanggakan bagi beliau. Dari wartawan lokal hingga penulis terkenal. Tentu banyak suka dan duka yang ditemui, tetapi tidak menjadi penghambat baginya dalam berkarya. Apakah akan muncul “Nur Terbit-Nur Terbit” selanutnya? Jawabannya adalah                                           H A R U S.

Salam Literasi!

Jumat, 13 November 2020

Mengubah Ekspektasi Menjadi Prestasi

 Ekspektasi bagi saya merupakan satu kata yang jarang didengar, apalagi memahami artinya? Setelah baca sana, baca sini barulah dapat dipahami arti kata ekspektasi itu sendiri. Ternyata ekspektasi merupakan suatu harapan atau keyakinan yang diharapkan akan menjadi kenyataan di masa depan sesuai dengan keinginan. Untuk mencapainya harus dengan tindakan nyata.

Ekspektasi adalah harapan besar yang dibebankan terhadap sesuatu yang dianggap akan memberikan dampak yang baik atau lebih baik. Kata “ekspektasi” diadaptasi dari bahasa Inggris, yaitu “expectation” dimana kata dasarnya adalah expect yang artinya mengharapkan/menduga/menyangka. Sehingga arti ekspektasi adalah keyakinan kuat bahwa sesuatu akan terjadi atau menjadi masalah di masa mendatang.

Pada dasarnya ekspektasi adalah harapan atau sesuatu yang diinginkan terjadi. Namun, tidak semua ekspektasi atau harapan dapat menjadi kenyataan meskipun sudah diupayakan semaksimal mungkin.

Seseorang yang memiliki ekspektasi terhadap suatu, tetapi tidak diiringi usaha untuk meraihnya, maka mustahil jika ekspektasinya akan terwujut atau menjadi nyata terlebih menjadi sebuah prestasi.

Dalam kelas Belajar Menulis bersama Om Jay, kita belajar cara merubah ekspektasi menjadi prestasi yang disampaikan oleh seorang narasumber hebat sebut saja beliau adalah Bunda Jamila K. Baderan, M.Pd. Didampingi moderator yang tidak kalah hebatya, beliau adalah Aam Nurhasanah, S.Pd.



Ekspektasi kita Ketika bergabung dalam grup Belajar Menulis bersama Om Jay ini adalah ingin menghasilkan sebuah karya berupa jejak literasi yang dapat dikenal dan dikenang sepanjang masa. Namun, ekspektasi kita tidak selalu sama dengan realita atau kenyataan.

Dalam hal menulis, harapan terbesar saya adalah mampu merangkai kata-kata menjadi sebuah paragraf menarik yang terus berangkai menjadi kalimat, selanjutnya menjadi BAB demi BAB hingga akhirnya menjadi sebuah buku.

Permasalahan yang sering dihadapi dalam menulis adalah :

  1. Bagaimana memulai sebuah tulisan?
  2.  Apa ide/topik yang harus kita tulis?
  3.  Apakah tulisan saya menarik?
  4. Dimana saya harus menulis?
  5. Kapan harus menulis?

Masalah-masalah di atas sering mengubur ekspektasi yang sudah terbentuk sehingga tidak dapat terwujut menjadi sebuah prestasi. Mewujudkan ekspektasi memang tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Dalam prosesnya kita harus berjuang melawan semua hambatan yang datang, baik dari diri sendiri mapun dari lingkungan sekitar.

Sebenarnya, tantangan menulis terbesar itu ada pada diri kita sendiri. Yaitu mood dan kemauan atau niat. Oleh karena itu untuk mengubah ekspektasi menjadi prestasi kita harus berubah.

Ada 2 hal penting yang harus kita ubah, yaitu Mindset dan Passion. Mindset adalah cara pikir tentang sesuatu yang dapat mempengaruhi sikap dan tindakan kita. Sementara Passion adalah sesuatu yang membuat kita tidak pernah merasa bosan.

Mewujudkan ekspektasi dalam menulis adalah berjuang membangun tekad  dan keyakinan yang kuat untuk mencapai realitas. Terkadang kita juga harus nekat mengambil keputusan yang jika dipikir dengan akal sehat pencapaiannya sangat mustahil. Untuk itulah kita selalu berusaha konsisten terhadap ekspektasi yang susah payah kita bangun. Pantang mundur jika kaki sudah melangkah.

Terkadang sejuta keraguan menyelimuti hati dan pikiran kita. Berbagai pemikiran negatif menghantui, namun kita harus mempunyai niat, tekad, serta konsistensi yang kuat akhirnya ekspektasi kita berubah menjadi sebuah prestasi.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menulis adalah:

1)      Tulislah apa yang ingin kita tulis.

2)      Menulislah apa adanya, tanpa beban, dan tekanan.

3)      Jadikan menulis sebagai suatu kebutuhan

4)      Menulislah hingga tuntas, jangan memikirkan editing.

5)      Menulis jangan terlalu lama.

6)      Jangan memikirkan baik buruknya tulisan kita, karna yang akan menilai adalah pembaca


Agar ekspektasi kita dapat dirubah menjadi prestasi, maka perlu memahami sebuah konsep dalam pelajaran Fisika yaitu Usaha. Dimana  Usaha (W) merupakan hasil kali Gaya (F) dan Perpindahan (perubahan posisi/kedudukan), disimbolkan dengan S. Secara matematik dituliskan :  W=FxS atau S=W/F, artinya, jika kita menginginkan perubahan posisi/kedudukan (S) yang besar, maka harus memperbear Usaha (W) dan memperkecil Gaya (F).

Ekspektasi kita dalam menulis berubah menjadi Prestasi adalah Perpindahan (S), Usaha kita dalam menghadapi semua tantangan dalam menulis (W) dan Gaya (F) dapat disama artikan dengan perasaan atau rasa khawatir kita dalam memulai kegiatan menulis.  

Semoga Bermanfaat. Salam Literasi!

Selasa, 10 November 2020

KESUKSESAN DIEJA, T A N T A N G A N

Tantangan kembali dihadirkan malam ini oleh Om Jay dan kawan-kawan melalui seorang Ibu Guru cantik dan muda tetapi prestasinya segudang. Ibu dari satu orang anak ini membagikan banyak sekali butiran-butiran pasir terkait Menulis dan Menerbitkan Buku.


Dibantu seorang moderator yang juga berpengalaman dalam dunia tulis menulis. Keduanya membuat kami semakin tertantang untuk menghasilkan sebuah karya yang dapat bermanfaat bagi orang lain.

Di awal pertemuan, sudah nampak kerendahan hatinya. Hal ini dapat kita simak dari pernyataan narasumber berikut : “Saya, hanya sebutir pasir yang banyak dijumpa. Masih harus banyak belajar dan belajar banyak” Luar biasa bukan? Beliau merelakan waktunya untuk berbagi karena Berbagi adalah salah satu cara ampuh untuk belajar.


Bagaimana Memulai Menulis

Ada beberapa tips yang bisa diterapkan dalam memulai kebiasaan menulis yaitu :

1.      Ikut kelas menulis

Tekun dalam mengikuti setiap materi dalam kelas menulis, karena dalam kelas menulis dapat dijumpai banyak sekali penulis-penulis hebat yang dapat dijadikan mentor dalam memulai kebiasaan menulis.

2.      Ikut komunitas menulis

Dalam komunitas itulah kita bisa berbagi tulisan dan membaca tulisan orang lain sehingga kemampuan menulis kita pun akan semakin terasah.

3.      Ikut lomba menulis

Dengan mengikuti lomba, kita bisa belajar membuat tulisan dengan berbagai tema dalam waktu yang tentunya sudah terjadwal. Walau tidak keluar sebagai pemenang, tapi justru dari situlah kita akan sadar dimana letak kekurangan kita. Sehingga dikemudian hari, kita bisa belajar untuk menjadi lebih baik.

4.      Menulis apa saja yang ada di sekitar/dalam keseharian kita

Semua hal yang dalam keseharian kita dapat dijadikan sebuah tulisan. Misalnya kisah mencari kambing yang tersesat dan lain-lain. Tuliskan terlebih dahulu pokok-pokoknya dengan kalimat sederhana. Ketika sudah mempunyai waktu luang atau kesempatan barulah diedit kembali. Karena kegiatan mengedit membutuhkan waktu dan konsentrasi.

5.      Menulis apa saja yang kita suka.

Jika sudah suka biasanya lebih awet. Senang berkebun, silahkan tulis tentang berkebun. Senang memasak, Silahkan berbagi dengan jenis teks prosedural resep memasak, dan sebagainya.

6.      Jangan tunda pekerjaan yang dapat diselesaikan sekarang.

Apabila menemukan sebuah topik, langsung menuliskannya, sehingga untuk melanjutkan kembali, sudah lebih mudah bagi kita.

 

Harus Menulis Dimana?

Ketika ingin menulis, tentu kita butuh medianya. menulis itu bisa kita lakukan di :

a)      Blog

b)      Buku harian

c)      HP/Laptop

d)     atau platform menulis online seperti wattpad dan storial

e)      Status Media Sosial kita (WA, Facebook, twitter, instagram, dan lain sebagainya)

Menulis dimana saja dan kapan saja, yang penting rutinkan atau buat target berapa tulisan yang harus dibuat dalam sehari, seminggu, sebulan, dan seterusnya.

 

Menulis Buku Solo Atau Kolaborasi

Menulis dan menerbitkan buku dapat dilakukan sendiri yang disebut buku Solo dan juga dapat dilakukan secara bersama-sama (kolaborasi). Ada beberapa hal yang membedakan saat kita menulis buku solo dan kolaborasi sebagai berikut :

a.      Tema dan waktu untuk menulis buku solo bebas ditentukan oleh penulisnya. Sedangkan jika menulis bersama, tentu tulisan yang kita buat harus sesuai tema, sesuai ketentuan dan waktunya pun sesuai yang dijadwalkan.

b.     Menulis secara bersama-sama (kolaborasi) prosesnya sudah ada yang handle. Beda jika kita menulis buku solo. Proses pengajuan ke penerbit dan lain-lain tentu harus diurus secara mandiri.

c.   Dengan menulis bersama, biaya yang dikeluarkan bisa lebih murah. Walaupun buku yang dicetak umumnya sesuai jumlah peserta saja (tapi tak jarang ada juga yang dicetak banyak terutama bila diterbitkan di penerbit mayor).

Agar menjadi seorang penulis handal, ingatlah beberapa pesan Bu Ditta berikut :

1.      Menulislah dengan hati karena apa yang disampaikan dari hati akan sampai ke hati pula.

2.    Teruslah memberi arti pada setiap orang yang kau temui. Dalam setiap hal yang kau lalui, dan untuk setiap waktu yang kau miliki.

Salam Literasi!

PESIMIS

  Suatu ketika, di sebuah balai desa, diadakan pertemuan pemuda dan pemudi. Tujuan pertemuan itu dalam rangka membina kaum muda dalam menjal...